Bagaimana? Apakah sudah ada tanda tanda? Aku langsung kesini begitu pesan kuterima. Belum” si kakek kembali mendesah, apakah ayah yakin akan ramalan itu? Si kakek lalu menoleh, apa kamu meragukannya? Si kakek balik bertanya kepada anaknya. Ananda tidak pernah ragu sedikitpun kata lelaki itu sambil berdiri, aku masih ingat sebagian pesan sang peramal jauh waktu lalu “dalam purnama ke tujuh di tahun caka 1931 Indra akan ke bumi untuk menyelamatkan manusa (manusia)” tapi kenapa memilih lahir dalam keturan kita sang petarung? Bukankah masih banyak titisan dewa penjaga bumi yang masih ada disini? Dan nanda kurang yakin apa iya bumi ini sedang bahaya?
Nanda melihat ini tak lebih dari kesalahan mahluk penghuninya, manusia! Kita ini keturunan petarung, hanya bagian dari keturunan sang penyeimbang’ yang bertugas untuk menjaga keseimbangan antara bumi dan matahari, tugas kita tak lebih menjaga dari penyeimbang kekuatan alam” wajah lelaki itu tampak sedikit menegang.
Ayah masih ingat ketika “baruna” mengamuk meluluh lantakan tanah Aceh? Kita tidak bisa berbuat apa apa karena memang manusia manusia itu pantas mendapatkannya, belum lagi Ibu Pertiwi yang mengamuk di timur tanah jawa Sidoarjo, menenggelamkan setengah pulau itu, dan dewa gunung yang tiba tiba terbangun di tanah Jogyakarta kita juga tidak bisa mencegahnya, banyak manusa yang menjadi korban disana, dan kita hanya bisa menolong mereka.
Si kakek yang daritadi duduk mendengarkan kata kata anaknya hanya tersenyum, ludra” kamu harus lebih banyak menjalani meditasimu, membersihkan semua pikiran kebencianmu terhadap manusia. Mereka itu mahluk yang lemah, kamu pasti ingat itu? Tanpa kita sebagai penyeimbang bumi, mereka mungkin sudah punah saat ini, mereka terlalu lemah, mereka hanya mahluk yang serakah, selalu mengikuti hawa nafsu, keinginan, beberapa dari mereka bahkan ada yang memuja kekuasaan sebagai junjungan kehidupan mereka, intinya mereka telah lupa dharma mereka sebagai manusia, lalu hening sejenak. Mungkin itulah sebabnya Indra memutuskan turun ke bumi untuk menyadarkan mereka kembali. Tapi kita hanya penjaga ayahanda” ujar lelaki itu. Ya kita ini penjaga keseimbangan antara bumi dan matahari, kita juga penjaga keseimbangan bumi dan neraka, kamu harus ingat itu! Nada suara kakek itu meninggi, sstt…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar