Entri Populer

Rabu, 10 November 2010

lihatlah keindahan

SANGAT BERGUNA U PERTAHANKAN KOMITMEN
•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus..

Minggu, 07 November 2010

Tersenyumlah

jika kamu pikir masalahmu terlalu berat untuk dihadapi, berfikirlah masalah orang lain yang lebih berat (percaya ada ribuan orang yg lebih kurang beruntung dari kita) dan mereka bisa melewatinya. begitu juga dengan kita. Coba berfikir positif teman. Hadapi dan lalui semua dengan senyum. hv a nice day... Tuhan bersama kita.

Sabtu, 06 November 2010

Tuhan

Bencana yang datang terkadang akan mengglitik benak kita akan Tuhan. Kenapa banyak orang yang tak bersalah yang jadi korban? Kenapa tidak mereka yang jahat (misal koruptor) yang jelas jelas menyengsarakan rakyat kecil justru menikmati hidup enak. Sebagian orang pasti akan memberikan jawaban nanti mereka akan menerima akibatnya, memang hukum sebab akibat itu diakui eksistensinya, tapi untuk kita manusia perlu contoh kongkrit akan hukum tersebut. Disinilah kita akan bertanya kepada Tuhan kita masing masing. Semakin kita mencari keberadaannya maka akan timbul pertanyaan pertanyaan baru. Kita memang tidak sebaiknya menanyakan eksistesti dari Tuhan tersebut, cukup dengan yakin. Yakinlah akan Tuhan kita masing masing. Itu akan menumbuhkan semangat hidup kita, tetap menjaga kita pada jalan kebenaran, mudah mudahan semua kejadian ini dapat kita ambil hikmahnya, semoga Tuhan melindungi kita semua.

Kamis, 04 November 2010

ISENG (belum ada judul)

Bagaimana? Apakah sudah ada tanda tanda? Aku langsung kesini begitu pesan kuterima. Belum” si kakek kembali mendesah, apakah ayah yakin akan ramalan itu? Si kakek lalu menoleh, apa kamu meragukannya? Si kakek balik bertanya kepada anaknya. Ananda tidak pernah ragu sedikitpun kata lelaki itu sambil berdiri, aku masih ingat sebagian pesan sang peramal jauh waktu lalu “dalam purnama ke tujuh di tahun caka 1931 Indra akan ke bumi untuk menyelamatkan manusa (manusia)” tapi kenapa memilih lahir dalam keturan kita sang petarung? Bukankah masih banyak titisan dewa penjaga bumi yang masih ada disini? Dan nanda kurang yakin apa iya bumi ini sedang bahaya?
 Nanda  melihat ini tak lebih dari kesalahan mahluk penghuninya, manusia! Kita ini keturunan petarung, hanya bagian dari keturunan sang penyeimbang’ yang bertugas untuk menjaga keseimbangan antara bumi dan matahari, tugas kita tak lebih menjaga dari penyeimbang kekuatan alam” wajah lelaki itu tampak sedikit menegang.
Ayah masih ingat ketika “baruna” mengamuk meluluh lantakan tanah Aceh? Kita tidak bisa berbuat apa apa karena memang manusia manusia itu pantas mendapatkannya, belum lagi Ibu Pertiwi yang mengamuk di timur tanah jawa Sidoarjo, menenggelamkan setengah pulau itu, dan dewa gunung yang tiba tiba terbangun di tanah Jogyakarta kita juga tidak bisa mencegahnya, banyak manusa yang menjadi korban disana, dan kita hanya bisa menolong mereka.
Si kakek yang daritadi duduk mendengarkan kata kata anaknya hanya tersenyum, ludra” kamu harus lebih banyak menjalani meditasimu, membersihkan semua pikiran kebencianmu terhadap manusia. Mereka itu mahluk yang lemah, kamu pasti ingat itu? Tanpa kita sebagai penyeimbang bumi, mereka mungkin sudah punah saat ini, mereka terlalu lemah, mereka hanya mahluk yang serakah, selalu mengikuti hawa nafsu, keinginan, beberapa dari mereka bahkan ada yang memuja kekuasaan sebagai junjungan kehidupan mereka, intinya mereka telah lupa dharma mereka sebagai manusia, lalu hening sejenak. Mungkin itulah sebabnya Indra memutuskan turun ke bumi untuk menyadarkan mereka kembali. Tapi kita hanya penjaga ayahanda” ujar lelaki itu. Ya kita ini penjaga keseimbangan antara bumi dan matahari, kita juga penjaga keseimbangan bumi dan neraka, kamu harus ingat itu! Nada suara kakek itu meninggi, sstt…

Perbedaan yang indah

Lingkungan dan keluarga merupakan awal dari pembentukan karakter diri seseorang, saya lahir dari lingkungan dengan gaya hidup yang sangat tidak menentu, banyak anak yang terlahir tanpa memiliki bapak. Terlahir di kawasan Bali barat yang merupakan pintu masuk Bali dari pulau Jawa, punduduknya sudah setengah lebih merupakan pendatang dari pulau Jawa. dalam keseharian bahasa Jawa sudah umum digunakan sehari hari. konflik yang kerap muncul mengandeng isu SARA merupakan makanan kami semenjak anak anak. Terlepas dari itu semua saya sangat beruntung memiliki keluarga yang modern, mereka percaya pada anak anaknya, tapi tetap memantau perkembangan kami. Mengajari adanya perbedaan, dan pengetahuan tentang hidup berdasarkan agama, sekolah juga sangat berperan disini. Semua teman teman kami pemeluk agama lain mendapat kesempatan yang sama dengan kami. dari sini teleransi tumbuh dalam diri kami, hingga kini saya menjalani kehidupan menjadi kaum minoritas di Jakarta, seperti teman teman kami dulu di Bali. Dan memiliki kakak yang memilih memeluk agama lain saat menikah. Indahnya perbedaan. Tuhan menciptakan perbedaan untuk kita umatnya bisa saling menghargai.